Bencana Banjir Bandang dilihat dari sisi Anak yang Mengalami peristiwa Trauma dan Pemulihan yang bisa dilakukan.

Masih ingat peristiwa banjir bandang yang menimpa saudara kita di tangse Tanggal 10 Maret 2011, tepatnya pada pukul 19.00 wib. kini banyak  menyisakan berbagai peristiwa dan kenangan bagi masyarakat itu sendiri, kalau dilihat dari segi kebutuhan dimana masyarakat tangse khusunya Gampong Rantau Panyang dan Gampang Blang Pandak adalah masyarakat yang hampir 90 % petani, dan sisanya menjadi pekerjaan lepas. Di sisi lain setiap tahun mereka selalu turun kesawah, dan sekarang hal itu sudah kurang bisa dikerjakan, dikarenakan sawah atau ladang mereka sudah tidak bisa digunakan lagi, banyaknya balok-balok besar dan rusaknya struktur tanah menjadikan alasan tersendiri bagi masyarakat tangse...

Read more...
 

Pernyataan Sikap Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan (AMAN) “Tidak Kompromi terhadap Kekerasan: Hukum Pelaku, Lindungi Hak Korban”

Akhir-akhir ini, kekerasan semakin sering terjadi negara kita, termasuk di Aceh. Di antaranya:

  1. Pernyataan Bupati Aceh Barat, bahwa perempuan yang berpakaian tidak sesuai dengan syariat  layak diperkosa. (http://www.rimanews.com/read/20110917/41252/bupati-aceh-barat-perempuan-pakai-rok-mini-layak-diperkosa)
  2. Kasus perkosaan yang dilakukan seorang mahasiswa terhadap anak berusia 15 tahun yang diikuti dengan penghukuman massal di Nagan Raya (http://aceh.tribunnews.com/2011/09/18/perkosa-gadis-smp)
  3. Pemukulan seorang khatib pada saat shalat Jumat oleh para jamaah (http://www.acehkita.com/berita/khatib-salat-jumat-dipukuli-di-atas-mimbar/
  4. Penodongan senjata terhadap dokter dan perawat oleh pasien (http://id.berita.yahoo.com/orangtua-meninggal-fadil-nyaris-tembak-dokter-rsu-banda-055633250.html
  5. Pembunuhan terhadap waria piñata rias keliling  di Banda Aceh (http://www.detiknews.com/read/2011/03/28/203438/1603235/10/waria-penata-rias-keliling-tewas-mengenaskan-di-aceh?nd991103605)
  6. Pelaku khalwat yang ditelanjangi, disiram air comberan dan diarak  di depan publik (http://harian-aceh.com/2011/03/28/pasangan-mesum-nyaris-dimandikan-air-comberan)
  7. Pelecehan seksual oleh seorang aparat gampong di Aceh Besar terhadap pasangan yang dituduh melakukan khalwat (http://www.atjehpost.com/nanggroe/hukum/1793-cabuli-model-sabirin-divonis-4-bulan.html; http://www.atjehpost.com/nanggroe/hukum/1801-keluarga-model-kecewa-dengan-vonis-hakim.html)
  8. Kekerasan terhadap murid oleh guru di Aceh Barat (http://www.gugustugastrafficking.org/index.php?option=com_content&view=article&id=728:pemukulan-murid-min-drien-rampak-dikejam&catid=148:info&Itemid=189)
  9. Perkosaan di angkutan umum yang terjadi di Jakarta (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/22/261601/37/5/Pemerkosaan-di-Angkot-Mesum-Direncanakan) yang diikuti dengan pernyataan memojokkan korban oleh Gubernur DKI Jakarta (http://www.tempo.co/hg/kesra/2011/09/17/brk,20110917-356764,id.html)
  10. Penangkapan, perlakuan tidak manusiawi serta Pemukulan terhadap anak PUNK

 

Read more...
 

SEUNEUBÔK …

Sebuah Pengantar Studi Poskolonial Ekonomi-Politik Aceh

Syahdan, kedatangan masyarakat timur tengah tampaknya bukan saja membawa agama Islam, tapi juga lada. Setidaknya, mythology Teuku Lam Keuneu Eun (pengucapan Aceh atas Kan’an – Palestine) memberi titik terang dari mana datangnya tanaman “emas coklat” yang membawa kemakmuran sekaligus penjajahan ini bermula. Dari catatan sejarah yang ada dan terbatas, diketahui lada diperkenalkan ke Aceh sekitar abad VII-VIII M. Sejaknya pula, Aceh menjadi makmur oleh sebab perdagangannya. Bahkan kemunculan dan kemunduran bandar-bandar besar seperti Poli/Pedir (900-an M), Pasai (1200-an M) dan Aceh (1500-an M) tak lepas dari pengaruh politik yang coba menguasai komoditas perkebunan ini. Terlebih, sejak pembukaan pasar Venesia - Italia, menjadikan Eropa semakin tergoda untuk memonopoli perdagangannya dan memicu kolonialisme.

Read more...
 

Ayo Bicara tentang Laki-Laki Aceh

Yayasan Pulih Kerjasama UN Women, Rifka Annisa dan Politeknik Banda Aceh

Aliansi Laki-Laki Baru merupakan jaringan organisasi dan aktivis yang mengusung inisiatif penguatan keterlibatan laki-laki dalam agenda penegakan keadilan Gender  dan penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. LLB lahir sebagai bagian dari proses panjang perjuangan gerakan perempuan dalam menegakkan keadilan Gender . Karena itu, sekali lagi, LLB menekankan pentingnya pendekatan terhadap laki-laki dan perubahan maskulinitas dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan berbasis Gender .

Sejarah gagasan pelibatan laki-laki dalam agenda Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia sudah dimulai lumayan lama. Jurnal perempuan di Jakarta sekitar tahun 1999 melakukan inisiatif, di antaranya, melalui Deklarasi Cowok-Cowok Anti Kekerasan (CANTIK). Dalam perjalanannya, gagasan untuk menguatkan keterlibatan laki-laki dalam agenda keadilan Gender  menjadi semakin jelas “bentuk” dan posisinya dalam konteks gerakan perempuan di Indonesia. Salah satunya dalam bentuk Aliansi Laki-Laki Baru yang sampai saat ini terus berkembang di beberapa wilayah di Indonesia (Bengkulu, Kupang, Jakarta, Yokyakarta dan Aceh). Di Aceh sendiri, inisiatif untuk menguatkan pengorganisasian Laki-laki telah dimulai dengan berbagai kegiatan, termasuk diskusi di antara elemen gerakan Perempuan, Seminar dan Dialog publik, ”Deklarasi” Aliansi Laki-Laki Baru (ALLB) Aceh.

Read more...
 

BANJIR BANDANG TANGSE “Duka Mereka Duka Kita”

Tangse merupakan salah satu Kecamatan yang terletak dipedalaman  kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, dengan jarak tempuh dari ke ibu kota Provinsi 160 Km sedangkan Jarak tempuh dari ibu Kota Kabupaten sepanjang 20 Km. Tangse merupakan daerah pegunungan yang dihuni oleh Ribuan KK. Secara umum, penduduk Tangse  Bekerja sabagai Petani dan bercocok tanam hal ini baik dilakukan di kebun maupun  di sawah. Dan sebagiannya lagi  Penduduk Tangse menggantungkan nasib mereka di bagian Dangang.

Read more...
 
Page 1 of 9

Online hari ini

We have 10 guests online

Pengunjung Website

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini72
mod_vvisit_counterMinggu ini598
mod_vvisit_counterBulan ini2587
mod_vvisit_counterTotal Hit56133

Polling SMS

Bagaimana Pendapat Anda, Kalau Panglima Uteun di Aceh difungsikan Lagi ?
 

Login Form



Mitra People's Crisis Centre

 

 

 


Berita-Berita Lain